Gemuruh ini terasa sepi
Kebisingan yang terjadi tak berarti
Hati ini tak henti mencari-cari
Entah itu Jiwaku, ataukah Engkau yang seperti angin
Ataukah Dia yang seperti hujan
Senja ini telah mencoba menutupi pelangi
Senyum mentari inipun telah sirna
Butiran air suci inipun datang kebumi
WAHAI ALAM JAGAT RAYA, APAKAH KAU DAPAT MERASAKAN JUA!
Lirih langkahku menyusuri jalan setapak ini
Dendam pilupun telah bersatu padu
Tenggelamkan semua suara gemuruh dalam hapanku
Dendam inipun bagaikan duri yang hendak menancap
Aaaahhh.... Lelah sudah rasa ini
Adakah jalan yang dapat ku telusuri dengan baik?
Langkah inipun semakin tak ingin berhenti
Ku lanjutkan kembali dan kupasrahkan dalam hembusan angin yang membawaku
Ku coba membuka awan baru
Ternyata bukan akhir yang kuraih
Namun kehancuran lain yang ku dapatkan lebih mendalam
Hancur sudah jiwa ini
Namun gemuruh senja ini tak dapat menutupi garis didiriku
Kini telah tersisa hanya menunggu bidikan angin!
Aahh... sudah terlalu sakit perjalanan ini
Terlalu sakit jua hati dan jiwa ini
Lengkap sudah semua
Ternyata angin jualah yang akan membidikku dengan duri kembali.
