Senja
ini telah meninggalkan langkahku
Hembusan
angin juga ikut berlarian sambil menertawakanku
Ombak
dihadapanku juga seakan ingin menghempaskan ku
Semua
menjadi sangat kelabub
Kau..
Kau
yang membuatku kelam
Dimana
kau ?
Semua
ini karena kau,
aah..!
Cinta ini sangat tolol
kau
selalu membuatku seperti tolol
tuhaaann...
mengapa aku terjebak dalam wajah manisnya?
Megapa
aku tak menduga kalau ia adalah iblis berwujud malaikat !
Oh..
aku seperti dungu dibuatnya
Ternyata
kau pandai mengelabui mata ini
Kau
juga menodai seuntai tali yang kupunya
Seuntai
tali yang kurajut perlahan untuk menuai harapan
“SADARKAH
KAU?”
Kau
membuatku memiliki harapan itu
Harapan
seperti air yang tak akan bertepi
Kini
harapanku telah pupus dan sirna
Lalu
sekarang engkau tega menari dan berlari mesra bersamannya
Remuk
sudah perasaan dan hati ini
Sudah
cukup larut pedih ini menancap
Semua
telah hilang untuk selamanya
Yaa..
selamanya
Selamanya
dan tanpa tersisa untuk untaian baru
Selamanya juga yang tak
akan pernah kembali

2 komentar:
Bagus koq buat puisi bebas, cuma kurang metaforanya aja pasti bakalan lebih misterius dan indah :) jadi orang bacanya juga kayak ... WOW !
but at least bisa nyusun kalimat dengan rapih, well done ^_^
bagus koq, cumen kurang metaforanya aja, pasti puisi lo bisa lebih bermakna, misterius dan orang yang baca juga jadi WOW !
Posting Komentar